• Berita Terbaru

    Begini Alasan Kementan Dorong Pertanian Model BioIndustri di Jawa Tengah


    Sragen, MEDIANUGRAH.COM - Bioindustri mengurangi pencemaran dan meningkatkan pemanfaatan sumberdaya lokal serta meningkatkan produksi pertanian.  Salah satu contoh implementasi dari model pertanian bioindustri adalah Model Pertanian Bioindustri Berbasis Integrasi Padi-Sapi.
    hal ini diungkapkan Kepala BPTP Jateng, DR. Harwanto dalam kegiatan Temu Lapang Model Pertanian Bioindustri berbasis Padi-Sapi Desa Saren, dilaksanakan pada 12 Juni 2019. 

    Hal ini terbukti lewat testimoni petani pelaku kegiatan ini, mereka menyatakan bahwa bioindustri dapat menambah pendapatan rumah tangga dan kelompok, menurunkan biaya usaha tani dan meningkatkan produksi. Penurunan biaya usaha tani padi terutama dari penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia. beber kepala BPTP Jateng ini

    Sementara pada ternak, lanjut Dr. harwanto,  ada penurunan biaya tenaga kerja dan pakan. Varietas padi yang ditanam pada kegiatan ini adalah Ciherang. Produksi pada MT II kali ini adalah, untuk eksisting 6,4 GKP sementara yang introduksi 7,2 ton GKP. Jenis sapi untuk perbibitan induknya bangsa PO, dan penggemukan Brahman dan Simental. Setda Kabupaten Sragen memberi apresiasi terhadap kajian model pertanian bioindustri. jelas Dr harwanto
    "dan sebagai tindaklanjutnya merencanakan membuat replikasi model di dua puluh kecamatan lainnya di Kabupaten Sragen tahun depan" ujarnya

    untuk diketahui, Selama empat tahun (sejak akhir 2015) model ini telah diterapkan di Desa Saren, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, hingga saat ini. Penerapan model tersebut diaksanakan melalui beberapa tahap mulai membuat rancangan model, menyusun kebutuhan inovasi teknologi, melakukan peningkatan kapasitas sumberdaya, dan mengintroduksi dan mengevaluasi inovasi teknologi.

    Temu Lapang Model Pertanian Bioindustri berbasis Padi-Sapi  Bertujuan untuk sosialisasi inovasi teknologi Bioindustri kepada, penentu kebijakan di daerah, penyuluh dan petani-peternak. 

    Kegiatan dihadiri oleh 150 orang antaralain, Setda, Kadis Peternakan, Kadis Ketahanan Pangan, penyuluh se Kab. Sragen, Asosiasi peternak, kelompok Tani dan Ternak. Acara diawali dengan panen perdana padi. 

    Kemudian kunjungan lapang dan demo pembuatan. Demo pembuatan diantaranya, pembuatan MOL dan BIOURINE, pengolahan pupuk kandang, biogas dan fermentasi jerami. Dilakukan di kandang komunal poktanak Makmur Sejati.

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad