Saturday, May 25, 2019

Bogor, Medianugrah.com - Untuk mendorong tumbuhnya petani milenial yang berorientasi agribisnis dan agripreneur, diperlukan pembekalann- pembekalan melalui Bimtek maupun diklat.

Hal ini disampaikan Dr. Ir Siti Munifah, M.Si   Kepala pusat Penyuluhan Pertanian BPSDMP Kementerian pertanian dalam kegiatan bimbingan Teknis Budidaya Pemiliharaan Ayam Kampung Unggulan Balitbangtan, yang diselenggarakan kepala Pusat penyuluhan BPPSDM kementan  yang diadakan di Auditorium Balitnak, Jl Veteran III, Ciawi Bogor, 23/5/2019.

Bimtek yang melibatkan generasi milenial  utusan Gerakan Petani Muda Indonesia (Gempita) Jawa Barat Bimtek tersebut dihadiri oleh perwakilan anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) binaan Gempita dari sejumlah kabupaten, yakni Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, Kabupten Cianjur dan Kabupaten Subang. Sebanyak 35 orang petani milenial dilatih budidaya ayam kampong selama 2 hari, 23-24 Mei 2019

Dr. Ir. Siti Munifah membeberkan, Pemahaman pengelolaan usaha mulai dari hulu sampe hilir, termasuk dalam tataran on farm  kegiatan budidaya ayam yang benar juga perlu difahamkan dengan methodology yang menarik dan mudah.  “Oleh karena itu saya bangga bahwa generasi muda sudah ikut ambil bagian dalam pembangunan SDM Pertanian ini. Ungkap Kapusluh BPSDMP Kementan ini

Kapusluh menegaskan Kementerian Pertanian Indonesia konsisten pada komitmen program untuk mencetak petani milenial supaya menekuni sektor agraris.  “Kapasitas petani milenial terus di up grade guna mensukseskan regenerasi petani dan modernisasi pertanian saat ini sedang gencar melakukan pelatihan”. Tukasnya

Kepala Pengembangan Pertanian (BALITNAK) yang diwakili oleh Linda Yunia, SE Kasie Jaslit  Balitnak. menjelaskan, Para peserta dibekali berbagai materi bimtek diantaranya mempersiapkan kandang booder, penanganan ayam berumur satu hari DOC), penanganan penyakit, penanganan ayam sakit dan mati.

Sementara dalam sambutannya, dadan muttaqien Koordinator Gempita Jawa barat mengungkapkan bahwa Pengembangan kapasitas pemuda tani sebagai kerangka mensukseskan regenerasi petani dan modernisasi pertanian demi mewujudkan visi Indonesia Lumbung pangan dunia 2045.

Melalui program Gempita maka  Pilar tersebut di antaranya penyuluhan pertanian, pendidikan pertanian, dan pelatihan pertanian. Ketiga pilar ini menjadi dasar Kementerian Pertanian menjalankan program dan pendampingan kepada petani milenial. Pungkas dadan

post written by:

0 comments: