Sunday, March 24, 2019

Sayuran Organik Semakin Berkembang di Batola - Kalimantan Selatan


Produk hortikultura organik semakin dicari oleh konsumen yang peduli akan kesehatan. Peluang ini membuat para pelaku usaha bersemangat meningkatkan produksinya dengan memperluas lahan dan kebun organiknya, salah satunya Kelompok Tani Tunggak Semi di Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala (Batola). Kelompok tani ini menjadi pemasok lokal sayuran organik untuk daerah Batola dan sekitarnya.

Kelompok tani pemilik lahan 68 hektare ini menanami hampir separuh lahannya dengan sayuran organik dan menjadi penggerak organik bagi kelompok lainnya. Hal ini mendapat apresiasi Pemerintah dengan diberikannya bantuan sarana input organik. 

Bantuan berupa sarana input organik diberikan melalui kegiatan Desa Pertanian Organik (DPO) Bidang Hortikultura dengan komoditas sayuran seperti bawang daun, tomat, kangkung, bayam, timun dan jagung manis. Sebagai pelaku usaha sayuran organik, kelompok ini bekerja sama dengan kelompok tani lainnya di bawah naungan Gapoktan Rawa Makmur.  

Pada 2018, Gapoktan Rawa Makmur telah menerima bantuan Pemerintah untuk Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) berupa 10 ekor sapi, kandang, 1 unit bangunan sederhana pengelolaan pupuk organik, kendaraan roda tiga dan peralatan sederhana lainnya. Bantuan ini dimanfaatkan untuk mendukung usaha budidaya organiknya agar semakin produktif. 

Ketua Gapoktan Rawa Makmur, Sugianur mengungkapkan, "Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini dan akan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk keberhasilan usahanya.”

Gapoktan ini telah berhasil memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan membuat pupuk kandang yang telah difermentasi. Selain itu, sebagian besar anggota gapoktan juga mampu membuat Plant Growth Promoting Rizobacteria (PGPR), memperbanyak agens hayati serta pestisida nabati dengan memanfaatkan kearifan lokal yang tersedia di sekitar lahan mereka. Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) sangat berperan penting dalam hal pendampingan dan bimbingan teknis kepada petani.

Direktur Perlindungan Hortikultura sekaligus penanggungjawab pelaksanaan DPO Organik Bidang Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf berkeyakinan bahwa usaha tani hortikultura organik ini akan semakin berkembang karena semakin banyak tingginya kesadaran masyarakat. 

"Kepada petani juga selalu disosialisasikan dan didorong untuk menghasilkan produk yang aman konsumsi, berkualitas dan ramah lingkungan, antara lain dengan menerapkan budidaya organik.” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Kurnia Nur, Kasubdit Data dan Kelembagaan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan bersama Ahmad Fauzi, Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Kalimantan Selatan memantau lahan organik milik Keltan Tunggal Semi. 

Pada kesempatan tersebut, Kurnia menyampaikan, “Kelompok tani dan gapoktan penerima bantuan pelaksanaan DPO Bidang Hortikultura ini bekerja dengan sebaik baiknya sesuai dengan prinsip budidaya organik, agar pada akhir tahun 2019 lahan milik Keltan Tunggak Semi dapat disertifikasi organik."


[Budi*]

post written by:

0 comments: