• Berita Terbaru

    Ketua Alumni PERSIS Sebut Ancam Jokowi, Bahar bin Smith Nodai Citra Islam

    Bandung, MEDIANUGRAH.COM - Ancaman Bahar Bin Smith kepada Jokowi ditanggapi  Ketua Aliansi Alumni Pesantren Persis (PPI), Denhas Mubarok m mengyebutkan bahwa ancaman kepada jokowi  tersebut  telah menodai citra islam. Jelas Denhas dalam rilisnya

    Bahar bin Smith mengancam jokowi saat keluar dari ruang persidangan, di Gedung Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bandung, Jalan Ambon, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/3/2019).

    Denhas menegaskan “jangan karena kebencian dan  perbedaan politik, lantas bersikap sama dengan kandidatnya yang tersohor saat jadi pejabat doyan  menyiksa, dan belakangan kerap  mengkriminalisasi pemerintah, sebar ancaman dan hoax” tutur denhas

    Denhas mengungkapkan,  amarah dan ancaman merupakan bara api yang dikobarkan oleh setan dalam hati manusia untuk merusak agama dan diri mereka, karena dengan kemarahan seseorang bisa menjadi gelap mata sehingga dia bisa melakukan tindakan atau mengucapkan perkataan yang berakibat buruk bagi diri dan agamanya.

    “Ancaman  serta sumpah-serapah dengan menuduh ketidakadilan Presiden jokowi itu salah kaprah. Ust. Bahar kiranya patut membaca kembali  konsep ajaran islam  dan berakhlak  sesuai qur’an dan sunnah”. Tegas Denhas.


    Dia mengingatkan, jangan sampai berbica tentang keadilan, tetapi tidak paham tentang konsep adil itu. Kiranya Ust. Bahar perlu mengkaji kembali al-Maaidah : 8.
    “ Dan  janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa”.  Kutip denhas

    Dia melanambahkan, Orang yang adil adalah orang yang ketika dia marah maka kemarahannya tidak menjerumuskannya ke dalam kesalahan apalagi teriak-teriak  menyalahkan Jokowi.

    hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran hukum adalah ditangani sepenuhnya oleh aparat penegak hokum. Janganlah menggiring opini masyarakat untuk kepentingan politik praktis, menudutkan kepemimpinan Jokowi. Lanjut Ketua Aliansi Alumni Pesantren Persis (PPI). 

    Bahar bin Smith meluapkan amarahnya dengan sumpah-serapah  mengancam Presiden Joko Widodo untuk menunggu dirinya keluar.

    "Sampaikan kepada Jokowi, tunggu saya keluar!” kata Bahar,  usai menjalani sidang lanjutannya di Ruang Sidang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Kamis (14/3/2019).
    Bukan cuma itu, terdakwa perkara penganiayaan remaja di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tersebut menilai hal yang dialaminya sebagai bentuk ketidakadilan hukum dari Jokowi.

    "Ketidakadilan hukum dari Jokowi. Tunggu saya keluar dan akan dia rasakan. Tunggu saya keluar dan rasakan pedasnya lidah saya," ujar Bahar.

    Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Bahar ini bermula setelah Bahar dilaporkan ke Polres Bogor dengan nomor laporan LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res Bogor tertanggal 5 Desember 2018.

    Dalam laporan itu, Bahar diduga secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang dan atau penganiayaan dan atau melakukan kekerasan terhadap anak.

    Terduga korban berinisial MKU (17) dan CAJ (18) beralamat di Bogor. Penganiayaan itu diduga terjadi di sebuah pesantren di Kampung Kemang, Bogor pada Sabtu, 1 Desember sekitar pukul 11.00 WIB.


    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad