Saturday, January 5, 2019

RSCM di Kriminalisasi Oleh Capres, Rakyat Jakarta Melawan

Jakarta, Medianugrah.com - Pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto soal informasi selang cuci darah yang dipakai hingga 40 kali membuat heboh publik dan pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pun membantah keras tudingan tersebut.

Atas apa yang disampaikan Prabowo itu, aktivis mahasiswa tergabung dalam Solidaritas Peduli Aktivis Hilang (SPAH) menyambangi RSCM, Jumat (4/1/2019), untuk memberikan karangan bunga sebagai bentuk dukungan ke RSCM untuk melawan berita hoaks.

Adapun karangan bunga yang dibawa SPAH bertuliskan "Rakyat Dukung RSCM Melawan Hoaks, Hoaks Selang Cuci Darah Mirip Hoaks Ratna Sarumpaet ! Prabowo Oh Prabowo ...".

Koordinator Aksi SPAH, Rico mengatakan, apa yang disampaikan Prabowo tak ubahnya seperti kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet. Ia pun menyayangkan pernyataan Prabowo yang belum mengklarifikasi terlebih dulu kebenarannya.

"Ini kan mirip dengan hoaks penganiyaan Ratna Sarumpaet, kenapa Prabowo masih saja ulangi lagi," katanya di RSCM.

Karenanya, SPAH menyatakan mendukung pihak RSCM dan para dokter yang mengabdi di RSCM untuk menyuarakan kebenaran dengan melawan informasi bohong.

Demi nama baik RSCM dan profesi dokter, kami mendukung kalian. "Gila aja jika dokter yang bekerja di RSCM itu dituding gunakan selang cuci darah yang sama untuk 40 orang. Jahat sekali, gak mungkin lah jika abaikan resiko penularan penyakit," tegas Rico.


Sebelumnya, Prabowo menyebut jika masalah keuangan di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membuat kualitas layanan di rumah sakit terabaikan. Hal itu diklaim membuat rumah sakit menggunakan satu selang cuci darah untuk beberapa pasien.

Hal itu disampaikan dalam Ceramah Kebangsaan Akhir Tahun Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor, yang diunggah di di laman Facebook-nya, Minggu (30/12/2018).

"Saya dapat laporan di RSCM ada alat pencuci ginjal, harusnya itu punya saluran-saluran dari plastik, dari karet, dari alat-alat dipakai satu orang satu kali. Saya dengar di RSCM hari ini dipakai 40 orang," kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menjelaskan, penderita sakit ginjal sangat bergantung pada pencucian darah. Ia menambahkan, jika satu alat tersebut dipakai 40 orang, si penderita akan mendapat berbagai macam penyakit

Pernyataan Prabowo ini dibantah manajemen RSCM. Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, dr. Sumaryono mengatakan, selang untuk hemodialisis hanya digunakan sekali pakai.

"Pelayanan pasien di RSCM selalu mengutamakan mutu pelayanan dan keselamatan pasien demikian juga dengan pelayanan hemodialisis (cuci darah). Pelayanan hemodialisis di RSCM menggunakan selang dan dialiser satu kali pakai (single use)," kata Sumaryono di kantornya, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2018).

post written by:

0 komentar: