Sunday, December 9, 2018

Kehadiran Gempita Dinilai Gerakan Arus Baru Ekonomi Ummat

Pangkep, - Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) menggelar pengukuhan kelompok pemuda tani Pangkajene, Sulawesi Selatan, Minggu (9/12). Pengukuhan ini dilakukan untuk melanjutkan estafet pemuda tani sebagai langkah stategis dalam mengatasi kemiskinan di desa.

Koordinator Nasional Gempita, Muh Riyada mengatakan, keberadaan kaum muda pada sektor pertanian merupakan sumber solusi bagi permasalan di setiap desa.

"Tugas gempita adalah mencetak petani baru sebagai jawaban kementan atas krisis petani. Kami berharap kegiatan ini mampu mendorong korporasi pertanian sebagai peluang dalam mendongkrak pendapatan bagi pemuda," kata Riyada, Minggu (9/12).

Anak Muda Wujudkan Pertanian Moderen

Menurut Riyada, pertanian modern hanya bisa terwujud jika anak muda kembali ke sektor pertanian. Mereka harus menerapkan etos kerja disiplin Ilmu dan keterampilan.

"Saya yakin, melalui mereka kita mampu menjalankan modernisasi pertanian sekaligus membuka jutaan lapangan kerja di setiap desa," katanya.

Pengukuhan dan Maulidan

Sekedar diketahui, acara pengukuhan ini digelar sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan berlangsung khusyu dengan Tausiyah yang disampaikan KH. Abdul Waqi Murtala selaku Ketua MUI Kabupaten Pangkep.

Acara ini berlangsung khidmat hingga larut malam karena dihadiri langsung oleh Calom Wakil Presiden Maruf Amin beserta putrinya Nur Azizah, Bupati Pangkep Syamsuddin A. Hamid, Kasubdit Bina Faham Keagamaan Islam dan Konflik Sosial Kementrian Agama, Kapolres Pangkep dan Kasdim 1421 serta DR. Syaifuddin,  Direktur Politeknik pembagunan Pertanian Gowa.

"Acara ini juga dihairi ketua-ketua kelompok tani beserta ratusan petani dari seluruh kecamatan di kabupaten Pangkep," katanya.

Riyada menegaskan, kedatangan tokoh nasional ini bukan untuk berkampanye atau mengkampanyekan ayahnya yang maju sebagai Calon Wakil Presiden, mendampingi Joko Widodo.

"Kedatangan beliau untuk berbicara pentingnya gerakan kesejahteraan yang didorong oleh Kementan melalui program gerakan pemuda tani yang dikenal gempita," katanya.

Gerakan Arus Baru Ekonomi Ummat

Putri Maruf Amin, Nur Azizah menilai konsep Gerakan Pemuda Tani adalah konsep ideal sekaligus yang paling kongkrit dalam upaya mensejahterakan masyarakat pada bidang pertanian.

dia mengungkapkan, pentingnya Gerakan arus baru ekonomi berbasis umat salahsatunya program yang digagas oleh bapak menteri pertanian yaitu program Gerakan Pemuda Tani yang dikenal Gempita

Dr. Nurazizah menuturkan konsep Gempita atau Gerakan Pemuda Tani  ini adalah salah satu bukti kongkrit   peran negara  dalam memberdayakan masyarakat atau takfiyatul ummah sekain tugas addifa wal himayah yaitu menjaga dan melindungi umat dari pemahaman maupun perilaku yang menyimpang dari ajaran agama. 

program pemuda dan perempuan bertani yang dibekali dengan berbagai macam ketrampilannya, "mendapat dorongan luar biasa dari Kementan tentunya diharapkan bisa berkontribusi dan membuka lapangan kerja disektor pertanian yang berbasis pelayanan. Ungkap Dr Nur Azizah



"Kita akui kehadiran Kelompok pemuda di sektor pertanian ini akan efektif mencegah konflik sosial, mendukung percepatan kesejahteraan petani. Termasuk Kesejahteraan kaum muda," katanya.

Azizah menambahkan, gerakan ini memiliki peran dan fungsi yang sangat besar dan strategis dalam mencegah konflik, Pasalnya mereka melayani Petani dan mengerti persoalan di akar rumput yang paling dasar.

"Visi dan program pemerintahan Jokowi  sudah sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW. Jadi, gerakan gempita adalah satu bukti bila pemimpin negara ini sangat meneladani Nabiyullah Muhamad SAW, dimana Pemuda didorong sejahtera dan  berkontribusi untuk sejahterahkan rakyat," katanya.

Manfaatkan Lahan Di Desa Sendiri

Bupati Pangkep Syamsuddin mengapresiasi gerakan gempita. Menurut dia, gerakan ini wujud sinergi program pemerintah dan pemuda yang berbasis pelayanan. Gempita, kata dia, mampu membuka lapangan kerja dengan peluang besar untuk kesejahteraan dan kejayaan bangsa.

"Saya kira tugas merekrut sejuta pemuda kembali bertani Yang diberikan Mentan Andi Amran pada Kornas Gempita merupakan tugas berat taip sangat mulia," katanya.

Kabupaten Pangkep, kata Syamsudin, termasuk daerah yang mengalami krisis petani. Kebanyakan anak muda lebih memilih merantau ke kota dengan berbagai alasan. Padahal, Kabupaten ini memiliki lahan pertanian yang bagus.

"Semoga keberadaan KUB gempita dapat meyakinkan pemuda untuk bekerja disektor pertanian dan membuka industri pertanian di setiap kampung dan desa," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui Kabupaten Pangkep masuk kedalam kategori kabupaten termiskin di Sulawesi Selatan. Oleh karenanya, sinergi Pemda bersama KUB Gempita harus mampu diserap di setiap kecamatan untuk menghidupkan kembali semangat inovasi pertanian.

post written by:

0 komentar: