• Berita Terbaru

    Ratusan Siswa Jajal Mie Berbahan Lokal di Cimanggu Bogor

    Mi nusantara diracik bersama kuah bakso yang gurih. Teksturnya, kelembutannya, semuanya terasa pas dan rasanya enak di lidah.

    Tak harus melulu menggu­nakan gandum atau tepung terigu, mi juga bisa dibuat dari beragam macam bahan pangan lokal Indonesia.
    Bahan pangan seperti singkong, sagu, jagung hingga hanjeli bisa menjadi bahan mi. Soal rasa, tak akan kalah enaknya. Hanya cukup pembiasaan saja.
    Bahan mi non gandum itulah yang coba dikenakan pada sejum­lah siswa di bogor. Ratusan anak Sekolah Dasar ( SD) di kota Bogor, Jawa Barat, Rabu pagi (7/11) antu­sias mencicipi aneka mi berbahan dasar pangan lokal, mulai dari mie singkong, mi sagu, mi jagung dan mi hanjeli.
    Mi dengan nuansa rasa dan aro­ma baru itu dikenalkan dalam acara “Pangan Lokal Fiesta” yang diadakan di Balai Besar Pascapanen, Kemen­terian Pertanian,Cimanggu,Bogor. Ketika menikmati sajiannya, seba­gian besar anak-anak mengaku rasa mi “nusantara”ini tak kalah dari mi umumnya.

    Apalagi mi nusantara ini diracik bersama kuah bakso yang gurih. Teksturnya, kelembutannya, semua­nya terasa pas. Enak di lidah.
    Aneka olahan mi nusantara ini merupakan produk-produk mi ber­basis bahan pangan lokal. Racikan ini dikembangkan oleh balai besar penelitian dan pengembangan pascapanen pertanian, Balitbang Pertanian, Kementerian Pertanian.
    Memang, dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Pertanian memfokuskan riset pada pemanfaat­an bahan-bahan pangan lokal untuk menunjang ketahanan pangan na­sional. Salah satu yang dimodifikasi adalah mi berbahan non gandum atau non tepung.
    Mi sendiri merupakan sumber karbohidrat yang banyak di kon­sumsi setelah beras. Dari tahun ke tahun, terjadi penurunan konsumsi beras yang diikuti kenaikan kon­sunsi olahan terigu termasuk mi.
    Makanan mi ini yang umum ada di pasaran saat ini adalah menggu­nakan tepung terigu yang harus di impor dari luar negeri. Agar lebih bernuansa lokal, maka dicoba mi berbahan singkong atau sagu.
    Lebih sehat
    Elmi Kamsiati, salah satu peneliti Balai Penelitian pascapanen pertanian mengatakan, secara umum aneka mi nusantara memiliki keunggulan dibandingkan dengan mi berbahan dasar tepung yang selama ini ada di pasaran. Terutama menyangkut pada komposisi dan nilai gizi dalam mie nusantara ini.
    Seperti mi singkong yang dikembangkan Elmi, misalnya. Mi berbahan dasar dari ubi kayu ini sangat mudah untuk dimasak serta bebas gluten.
    Dengan kandungan seperti itu, mi singkong tentu sangat cocok untuk mereka yang sedang dalam program diet bebas gluten. “Kandungan seratnya juga lebih tinggi. Sehingga ini akan lebih sehat,” kata Elmi.
    Mie lainnya adalah mi sagu. Olahan mi sagu dibuat dari pati sagu murni. Retrogradasi pati selama proses pembuatanya memicu terbentuknya resistent strack yaitu fraksi pati yang tak tercerna oleh enzim-enzim dalam saluran pencernaan.
    Adanya pati yang tidak tercerna ini memberikan keuntungan bagi kesehatan.Sedangkan untuk manfaat lainnya antara lain memberi efek mengenyangkan.
    Mi sagu juga bisa mencegah sembelit serta mencegah kanker usus. Jika mengonsumsi mi sagu dengan takaran pas, maka olahan ini juga ramah untuk penderita diabetes militus karena indek glikemiknya rendah. nik/E-6

    Bergizi Tinggi dan Mudah Diolah

    Mi nusantara yang dikreasi oleh Balitbang Pertani­an, Kementerian Perta­nian ini, sarat dengan gizi. Proses pembuatan atau pengolahannya juga tidak sulit.
    Artinya, masyarakat bisa men­coba sendiri. Ya, dengan bahan baku pangan lokal sebagian besar di buat dari pati aneka umbi yang diproses terlebih dahulu menjadi tepung sebe­lum di olah menjadi aneka mi yang siap olah.
    Biasanya untuk membuat aneka mi nusantara ini selain menggunakan bahan pangan lokal juga ditambahkan dengan bahan makanan tambahan. Hal ini memberikan sentuhan variasi aroma dan rasa serta nilai gizi.
    Umumnya dari jenis protein untuk menambah nilai gizi. Se­perti telur ayam, misalnya. Mi sendiri di cetak dengan ekstruder untuk kemudi­an menghasilkan mi sebagaimana bentuk yang ada saat ini.
    Mi yang tercetak kemudian dikeringkan dalam oven untuk kemudian siap dikonsumsi atau di simpan sebagai cadangan makanan. Dengan takaran ter­tentu, mi bisa disajikan untuk beberapa porsi.
    Untuk mengolahnya, aneka mi berbasis bahan pangan lokal ini bisa diracik dalam berbagai kreasi olahan yang lezat. Aneka mi nusantara bisa disajikan bersama dengan kuah bakso yang gurih, di sajikan menjadi mie goreng atau di buat aneka mie kuah. nik/E-6

    Mi Singkong Goreng

    Mi goreng menjadi salah satu olahan mi favorit. Dengan berbagai tambahan seperti sayuran, sosis, bakso sapi dan bahan lainnya, mi goreng akan selalu nik­mat di sajikan kapanpun.
    Jika selama ini olahan mi goreng menggunakan mie telur dari bahan terigu, tidak ada salahnya menggu­nakan mi singkong untuk mendu­kung pangan lokal.
    Bahan-bahan :
    - 500 ml air untuk merebus ayam
    - 200 gram mie singkong, direbus dengan ditambah sedikit minyak agar tidak lengket kemudian tiriskan
    - 75 gram kol diiris kasar
    - 5 buah bakso sapi, diiris
    - 5 batang caisim dipotong 3 cm
    - 3 sendok makan kecap manis
    - 2 batang daun bawang, diiris mir­ing
    - 2 sendok makan minyak untuk menumis
    - 2 butir telur, dikocok lepas
    - 1 buah paha ayam
    - 1/2 sendok teh kaldu ayam bubuk (opsional)
    - 1/2 buah tomat dipotong-potong
    - 1/2 sendok teh garam
    - 1/4 sendok teh merica bubuk
    - bawang goreng secukupnya
    - irisan mentimun secukupnya
    - cabai rawit hijau secukupnya
    - minyak goreng secukupnya
    -
    Bumbu halus:
    - 6 siung bawang putih utuh, digo­reng
    - 4 butir kemiri, digoreng
    - 1/2 sendok teh merica
    Cara membuat:
    - Rebus paha ayam sampai ma­tang, lalu sisihkan kaldunya seki­tar 100 ml.
    - Suwir-suwir daging ayam sebagai taburan.
    - Panaskan minyak, masukkan te­lur dan orak-arik sampai matang. Sisihkan.
    - Tumis bumbu halus di wajan sampai harum, kemudian masuk­kan ayam dan bakso sapi, lalu aduk rata.
    - Tambahkan kol dan caisim dan aduk sampai layu.
    - Masukkan air kaldu ayam, kaldu ayam bubuk (opsional), garam, dan merica bubuk. Aduk sampai meresap dan sayur matang.
    - Masukkan mi, kemudian aduk-aduk hingga bumbu meresap. Sebelum diangkat, masukkan masukkan daun bawang dan tomat, kemudian aduk rata.
    - Sajikan mi goreng Jawa dengan taburan bawang goreng dan ayam suwir.
    - Lengkapi dengan irisan timun dan cabai rawit utuh.

    selamat mencoba !

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad