• Berita Terbaru

    Lupakan Sakit, NTB Bangkit Kembali Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045


    Pembinaan kali ini diikuti oleh Pimpinan Satker Provinsi dan Kabupaten/Kota yang Membidangi Pertanian, KTNA/Gapoktan dan Babinsa di Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkup Kementerian Pertanian, kurang-lebih sebanyak 200 orang.

    “Kami tidak ingin terjadi penyelewengan dan penyalagunaan dalam pemanfaatan dana bantuan pemerintah pertanian yang berakibat para aparatur dan petugas pertanian akan berusuran dengan Aparat Penegak Hukum atau menjadi “pe[sakit]an” tegas Sotarduga Hutabarat, Inspektur Investigasi Kementerian Pertanian pada pembukaan kegiatan Protani di Mataram Nusa Tenggara Barat tadi malam.

    Pembinaan Tekad Antikorupsi kali ini mengambil Tema, “NTB Bangkit Tanpa Sakit untuk Mewujudkan Program Swasembada Pangan Berkelanjutan Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045”.

    Tema yang diusung  mengandung makna, bahwa Pembinaan Protani sebagai salah satu upaya untuk mengajak “NTB Bangkit” setelah didera bencana gempa bumi yang dahsyat beberapa bulan yang lalu.

    Kegiatan ini difokuskan untuk menciptakan pemahaman yang sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam pemanfaatan dana bantuan pemerintah untuk menangani dan membenahi infrastruktur, prasarana dan sarana pertanian yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi di Lombok dan sekitarnya.

    Kegiatan Pembinaan Protani kali ini melibatkan narasumber dari Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Motivator dan Narasumber dari Internal Kementerian Pertanian.

    Semua rangkaian materi diarahkan untuk mendorong dan mewujudkan pengelolaan dan pemanfaatan dana bantuan pemerintah (Banpem) Kementerian Pertanian yang dialokasikan ke Provinsi Nusa Tenggara Barat dilaksanakan secara efektif, transparan dan akuntabel, dapat tepat sasaran dan dinikmati langsung oleh petani yang berhak, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani secara bersih dan bebas pungli (KKN).

    Kegiatan Pembinaan Protani ini juga untuk memberikan motivasi kepada seluruh aparatur dan petani di provinsi, kabupaten/kota untuk bersama “bangkit dan semangat kembali” untuk melakukan pembenahan terhadap infrastruktur, prasarana dan sarana pertanian yang mengalami kerusakan akibat gempa dahsyat yang terjadi di Pulau Lombok beberapa bulan yang lalu dengan memanfaatkan dana bantuan pemerintah (Banpem) yang telah disalurkan oleh Kementerian Pertanian kepada provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Barat.

    Inspektorat Jenderal memandang perlu untuk terus mendorong dibentuknya komite integritas yang akan bersama – sama dengan Inspektorat Jenderal untuk mereproduksi (Repro) Tunas-tunas Integritas sebanyak mungkin di lingkungan Kementerian Pertanian. Tunas Integritas akan diberdayakan untuk mengikis dan mencegah terjadinya pungli di Kementerian Pertanian. Kegiatan Protani mengusung tagline, “#TIPS atau Tunas Integritas - Pungli Stop”.

    Tunas-tunas integritas diharapkan dapat bersama-sama mengawal dan mendorong pencapaian target eksisting Kementerian Pertanian, yaitu Pencapaian Peningkatan Pangan Strategis (Padi, Bawang Merah, dan Cabai) pada Tahun 2016; Jagung pada Tahun 2017; Gula Konsumsi pada Tahun 2019; Kedelai pada Tahun 2020; Gula Industri pada Tahun 2025; Daging Sapi pada Tahun 2026; Bawang Putih pada Tahun 2021 dan pada akhirnya Indonesia mampu mewujudkan kemandirian pangan local dan Menjadi Lumbung Pangan Dunia pada Tahun 2045”.

    [joko,budi*]

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad