• Berita Terbaru

    Garut Bersiap Menjadi Sentra Pengembangan Bawang Putih

    MEDIANUGRAH.COM, Garut - Kementerian Pertanian berusaha membangun sentra pengembangan komoditas bawang putih nasional untuk menciptakan swasembada bawang putih di Indonesia. Hal ini ditandai dengan penanaman bibit bawang putih seluas 84 hektar yang secara bertahap akan disusul dengan penanaman di lahan yang lebih luas lagi di Desa Cigadog, Sucinaraja Kabupaten Garut - Jawa Barat.

    Acara penyerahan bibit bawang putih oleh CV. Kembar Mayang kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang dinaungi oleh Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA) Kabupaten Garut di hadiri oleh Babinsa Desa Cigadog, Sucinaraja. Dinas Pertanian setempat , dan penyuluh pertanian setempat, pada Minggu (18/11) lalu.

    Edi Sanusi , Penyuluh Pertanian yang juga hadir di acara serah terima bibit bawang putih merespon positif kegiatan ini dan berharap program pengembangan bawang putih di Desa Cigadog dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

    " Apresiasi bagus mendukung penuh program tersebut demi meningkatkan tarap hidup ekonomi masyarakat Desa Cigadog.. Dan semoga apa yang di rencanakan dapat terselenggara dengan baik juga memperoleh hasil yang lebih baik dari apa yang kita canangkan " Ujar Edi.

    Tentunya rencana ini didukung oleh masyarakat sekitar terutama para petani yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama di Desa Cigadog. Hal ini tercermin dari penyataan salah satu Babinsa desa yang berharap Cigadog atau kabupaten Garut dapat menjadi lumbung bawang putih. "Mudah - mudahan dapat berkembang dan menjadi lumbung bawang putih di desa ", Katanya.

    Untuk diketahui, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menargetkan swasembada bawang putih di tahun 2019. Lebih lanjut Amran menerangkan ada beberapa upaya Kementan untuk sesegera mungkin mengendalikan impor sekaligus mendorong percepatan swasembada bawang putih nasional. Di antaranya melakukan beragam upaya demi merealisasikan swasembada bawang putih dengan sasaran mengatasi ketersediaan lahan, benih, membangkitkan minat petani, serta jaminan pemasaran bawang putih.

    Kementan juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 16 Tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Permentan ini memuat klausul importir bawang putih wajib melakukan tanam di dalam negeri sebesar 5 persen dari total impor yang diajukan. Hal ini dilakukan agar produksi dalam negeri meningkat.


    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad