• Berita Terbaru

    Demo Mesin Ozon Cabai Warnai Kerjasama BI dan Petani di Magelang

    MAGELANG, MEDIANUGRAH.COM - Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pengendalian Inflasi Komoditas Cabai di Kabupaten Magelang antara Kantor Perwakilan BI Jateng dengan Bupati Magelang, Kepala Distanbun Jateng, Kepala Disnakkeswan Jateng, di Gudang penyimpanan cabai Kelompok Tani Giri Makmur, Desa Girikulon, Kec. Secang, Kabupaten Magelang. Selasa 6/11/ 2018

    Acara ini dirangkaikan dengan peresmian gudang cabai untuk penyimpanan panen cabai dari anggota kelompok tani dan demo penggunaan mesin ozon untuk memperlama masa simpan cabai.  

    kegiatan dihadiri oleh anggota DPR RI Komisi 11 yang merupakan mitra kerja BI dan menyampaikan bahwa BI telah proaktif melalui berbagai program sosial termasuk pengendalian inflasi.

    turut hadir Kepala Disperindag Jateng, Kadis Koperasi dan UMKM Jateng, Kepala Dishanpan Jateng, Kepala BPTP Balitbangtan Jateng Agroinovasi Balitbangtan Kementan, Kakanwil BPN Jateng, Pimcab PT BRI Kab. Magelang dan Dirut BPD Jateng.

    Dalam sambutannya Bupati Magelang yang diwakili oleh Drs. Eko Triyono, Asisten Pemerintahan menyampaikan bahwa sentra pengembangan cabai di Kab. Magelang tersebar di 19 kecamatan dengan luas total 4500 ha dengan ketinggian 200-1200 m dpl, dan terbagi menjadi dua wilayah yaitu kawasan lereng Gunung Merbabu dan lereng Gunung Sumbing. 

    Waktu tanam yang tidak bersamaan,  menyebabkan panen yang tidak merata sepanjang tahun sehingga terjadi fluktuasi harga yang dinamis. Produksi cabai Kab. Magelang tahun 2017 mencapai 20.624 ton, dengan kebutuhan perkapita sebesar 6000 ton, maka terjadi surplus sebesar 67,46 t/hari. 

    Namun demikian, terdapat beberapa permasalahan dalam agribisnis cabai di Kab. Magelang diantaranya investasi yang mahal, fluktuasi harga yang menjadi faktor terjadinya inflasi, teknik budidaya kurang optimal atau belum memenuhi standar GAP, adanya perbedaan produksi antar musim, sempitnya kepemilikan lahan, harga yang masih dikuasai oleh tengkulak serta sering terjadinya serangan OPT. Ungkap |Eko Triyono

    Lebih jauh disampaikan Eko, bahwa program pengembangan cabai di Kab. Magelang terbagi menjadi dua tahap yaitu jangka menengah dan jangka panjang. Program jangka menengah 2016-2019 yaitu Stabilisasi, Pasokan dan Harga melalui manajemen pola tanam, intensifikasi dan ekstensifikasi, inovasi teknologi dan optimalisasi alsintan, penataan rantai pasok dan diatribusi, sinergi kebijakan harga, serta kelembagaan dan SDM. 

    Program jangka panjang 2020-2024 adalah Swasembada dan Ekspor melalui penyediaan benih, mobile cold storage, diversifikasi produk olahan, second market/pasar lelang, kemitraan induatri, kelembagaan ekonomi petani, pemantapan sistem informasi, serta diplomasi dagang luar negeri. jelas Eko

    KPw BI Jateng, Hamid Ponco Wibowo mengatakan "MOU ini menjadi komitmen bersama bahwa pengendalian harga menjadi tanggung jawab bersama. Rantai pasok cabai yang panjang harus dipotong untuk menekan cost dan penguatan posisi tawar produsen melalui penguatan kelembagaan kelompok tani". tutur Hamid

    Hamid menjelaskan, Program pengendalian inflasi komoditas cabai di Kab. Magelang diinisiasi oleh KPw BI Jateng, sebagai salah satu bentuk pelaksanaan tugas dan fungsi BI dalam, mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui pemberdayaan sektor riil dan UMKM, dan mendukung kesinambungan ketersediaan pangan melalui program klaster komoditi ketahanan pangan serta  meningkatkan akses keuangan kepada sektor keuangan. ulas KPw BI Jateng

    Untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani, lanjut hamid,  BI telah memfasilitasi kelompok tani untuk study banding ke luar wilayah Jateng dan klaster yang sama di daerah lain, dan mengikutsertakan dalam kegiatan ekspo dan pameran. "Harapannya adalah bahwa Kelompok Tani Giri Makmur menjadi lokomotif bagi kelompok tani lainnya". pungkasnya


    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad