• Berita Terbaru

    Begini Penampakan Traktor Remote Control Dari Kebumen

     MEDIANUGRAH.COM Kebumen - Warga Tepakyang Kecamatan Adimulyo Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Wakhid Hasim membuat inovasi menarik. Ia menciptakan prototipe traktor yang dikendalikan dengan remote kontrol dengan piranti robotik.

    Wahid mengklaim, meski masih berupa prototipe, akan tetapi traktor remotekontrol yang dijuluki “Traktor Setan” ini sudah berhasil membajak lima hektare sawah atau setara dengan tujuh bau pada masa persiapan masa tanam pertama atau MT 1 2019, pada akhir November 2018 kemarin.

    Namun, lantaran masih ada beberapa kelemahan, penggarapan lahan seluas itu masih dikombinasikan dengan cara manual. Terutama pada proses wungkal atau membajaknya.

    Sedangkan pada proses penghalusan atau meratakan lumpur, traktor ini diklaim justru lebih efisien dibanding jika dikemudikan oleh manusia.

    "Saya membuat inisiatif bikin seperti ini. Tadinya iseng saja. Tetapi, ternyata bisa untuk bekerja, sehingga bikin traktor remote kontrol,” katanya, 

    Dia mengungkapkan, pada awalnya, ia merasa resah karena banyak petani yang kesulitan mendapat operator traktor. Sebab, generasi muda saat ini tidak tertarik bertani. Penyebab lainnya, menjadi operator mesin traktor memang sangat menguras tenaga.

    “Alasannya, semakin sulitnya ditemukan operator traktor. Dan untuk tenaga-tenaga muda sekarang itu, larinya enggak ke petani, larinya ke internet,” ujarnya.

    Dipengaruhi oleh latar belakangnya sebagai bengkel elektronik dan hobinya pada Aeoromodelling, Wakhid berusaha mengabungkan sistem otomatis dalam mesin traktor generasi terbaru dengan piranti robotik yang memungkinkannya bisa dikendalikan dari jarak jauh dengan remote kontrol.

    Wakhid mengungkapkan, dalam pembuatan traktor remote kontrol ini, ia menghadapi kendala sulitnya suku cadang yang diperlukan untuk membuat traktor bisa dikendalikan dari jarak jauh. Sebab, seluruhnya merupakan piranti robotik. Selain itu, harga piranti robotik juga mahal karena hampir semuanya impor.

    “Tahu sendiri, barang-barang untuk hobi itu memang serba mahal,” ucapnya.

    Meski begitu, ia mengaku sudah mendapat pesanan beberapa traktor remotekontrol. Hanya saja, ia belum berani melepas ke pasar lantaran belum diuji coba dalam jangka waktu yang cukup.

    “Sementara ini masih prototipe. Nanti uji kelayakan dulu. Baru bikin, nanti kita bikin yang versi dijualnya,” jelasnya.

    Selain itu, ia juga masih menghadapi kendala dalam menemukan suku cadang, penyesuaian dan modifikasi yang tepat agar traktor ini bisa sepenuhnya dikendalikan dengan remote tanpa bantuan operator manusia. Terutama, pada saat wungkal atau membajaknya.

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad