• Berita Terbaru

    Terungkap, Pemilik Tambang Selama Ini Membayar Sejumlah Uang Untuk Mendapat Izin Tambang di Sungai Bila - Sidrap

    MEDIANUGRAH.COM, Sidrap - Perjuangan masyarakat di sekitar Sungai Bila, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) agar aktivitas tambang dihentikan membuahkan hasil positif, pasalnya telah terbit surat perintah pemberhentian aktivitas tambang di sepanjang aliran sungai.


    "Sudah ada surat Plt Bupati Sidrap, Dollah Mando pada 4 Oktober lalu, yang meminta aktivitas tambang liar di Sungai Bila dihentikan dan mereklamasi lingkungan kepada empat penambang. Tetapi hingga hari ini masih beroperasi," kata Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB), Andi Kengkeng.

    Lanjut Andi Kengkeng, pihaknya mengancam menutup paksa aktivitas tambang di Sungai Bila, jika tidak ada langkah tegas dari pihak yang berwenang.

    Akan tetapi fakta baru terungkap, dikutip dari parepos.co.id (10/10),  bahwa salah satu pemilik tambang  meminta uangnya dikembalikan sebesar Rp200 juta.

    Hal itu ungkapkan pemilik tambang CV Egha, H Ucu dihadapan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (PRKP2LH) Sidrap, Rabu sore, 10 Oktober.

    Permintaan pengembalian uang pengurusan perizinan itu juga didengar oleh sejumlah petugas saat pengawal proses penyegelan tambang di Sungai Bila, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap. Di lokasi, H Ucu tidak mau disegel tambang miliknya dengan dasar telah memiliki izin dan melakukan penambangan pada tanah yang sudah dibelinya.

    Dia mengakui ada sekitar Rp200 juta uangnya habis dalam mengurus surat-surat perizinan tersebut. “Kalau ini mau ditutup, saya minta uang saya dikembalikan Rp200 juta,” katanya.

    Permintaan pengembalian uang Rp200 juta turut dibenarkan Kepala PRKP2LH Sidrap, Hj Aryani. “Didepanku, dia (pemilik CV Egha, red) meminta uangnya dikembalikan sebesar Rp200 juta,” ucapnya.

    Saat itu, kata Aryani, ia meminta menunjuk siapa orang nya yang telah mengambil uang sebesar itu.
    “Coba tunjuk orangnya. Apa ada di sini yang mengambil uang ta yang Rp200 juta saat pengurusan izin tambang,” kata Aryani balik nanya ke pemilik tambang.

    Disisi lain, sejumlah warga meminta kepada pihak terkait untuk mengusut tuntas masalah biaya perizinan yang dinilai jumlahnya sangat besar itu.

    Sekadar diketahui, Sungai Bila terletak di Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap. Tepatnya sekitar 36 km, ke arah timur pusat kota Sidrap.

    Di Sungai Bila terdapat bendungan, yang digunakan warga setempat untuk mengairi puluhan ribu hektare sawah.
     





    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad