• Berita Terbaru

    Sukses Dongkrak Produksi Padi Petani Pidie jaya di Musim Gadu, Bupati Apresiasi Inovasi Kementan

    Pidie Jaya -  Bupati Pidie Jaya, Kadistan Kab. Pidie Jaya, Camat Kecamatan Trienggadeng dan Jajarannya hadir dalam Acara Panen dan Temu Lapang Kegiatan Kaji Terap Peningkatan Kapasitas Penyuluhan dan Pendampingan Inovasi Teknologi Pertanian pada Upaya Khusus Pajale dengan fokus introduksi VUB padi Gogo di desa Deah Ujung Baruh, Kecamatan Tringgadeng, Kabupaten Pidie Jaya. Senin 10/10/2018

    Pada kegiatan ini, BPTP Aceh mengintroduksi VUB padi gogo, antara lain Inpago 8, Inpago 10, Unsoed 1 dan Tuwoti yang dipadukan dengan sistem tanam 2:1, dan pemupukan berimbang. Kelompok tani yang terlibat adalah Blang Tunong, yang diketuai oleh Sopyan.

    Dr. Rachman Jaya, mewakili Kepala BPTP Aceh menyatakan arah kebijakan Kementan dalam upaya swasembada pangan mulai mengalihkan perhatian dari sawah irigasi yang sudah mapan ke lahan kering, tadah hujan, rawa serta lahan sub optimal lainnya. Inovasi Balitbangtan VUB padi gogo awalnya dicirikan dengan umur tanaman 6 bulan sekarang sudah menjadi antara 3-4 bulan dengan provitas 6-8 ton. Ungkapnya

    Dr. Rachman jaya mengucapkan Salut dan sukses bagi kelompok  tani Blang Tunong dari  kegiatan kaji terap ini seluas 5  ha, kemudian petani sekitar menanam 20 ha dengan menggunakan varietas lain. 

    Dr. rachman Jaya berharap pemerintah kabupaten untuk membantu pengembangan padi gogo ke depan serta menyatakan kaji terap merupakan wahana belajar bagi para penyuluh.

    Kepala Dinas Pertanian  dan pangan Kabupaten Pidie Jaya, drh. Muzakir, MM mengungkapkan bahwa pihaknya sangat bangga dengan kerja keras para petani dalam melaksanakan Kaji Terap. Ia juga menyatakan bahwa di Pidie Jaya terdapat lahan sawah seluas 8.875 ha dan lahan tadah hujan 700 ha,  dimana  yang paling luas terdapat di kec. Trienggadeng.

    Kaji terap  inovasi pada lahan kering dan tadah hujan ini telah membuktikan bahwa di daerah ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan.  Hal ini terbukti dengan hasil ubinan yang dilakukan oleh Mantri Tani Kec. Tringgadeng, Firdaus, yang menyampaikan hasil ubinan antara lain: Unsoed-1: 6.9 ton/ha, Tuwoti: 5.8 ton/ha, Inpago 8: 6.7 ton/ha dan Inpago 11: 7.1 ton/ha. 

    Dari hasil diskusi terungkap preferensi petani terhadap bentuk gabah VUB padi gogo sangat disukai oleh masyarakat termasuk pengusaha penggilingan, kecuali Inpago 11 karena bentuk bulir yang agak pendek. ungkap Kadis Pidie jaya drh. muzakir, MM

    Selanjutnya Kadistan menjelaskan bila lahan sawah tadah hujan ditanam seluas 300 ha saja pada musim  gadu kemudian bisa nenghasilkan gabah 5 ton saja, maka dapat menghasilkan 7,5 milyar serta sektor pertanian menyumbang 49% PDRB Kabupaten Pidie Jaya. papar Kadis

    Bupati Pidie Jaya, H. Ayub Abbas, menegaskan, kita sudah melihat hasil dari kegiatan ini. Di lahan ini, sudah berpuluh tahun tidak pernah ditanami padi pada musim gadu, kalau kita mau dan berani mencoba dengan menerapkan inovasi, InshaAllah akan berhasil. tutur Bupati H. Ayub Abbas

    Bupati mengingatkan jangan  lupa bayar Zakat sebagai tanda syukur. Selanjutnya beliau mengintruksikan agar dikembangkan terus inovasi ini dan upayakan bantuan untuk pengolahan tanah  dan benih padi gogo pada musim gadu tahun 2019 nanti. Bahkan dapat dikembangkan pada lahan kebun  seluas 200-700 ha, bila perlu tumpangsarikan dengan tanaman lain. 

    Bupati mengapresiasi semangat dan peran BPTP Aceh sebagai lembaga penghasil inovasi teknologi pertanian, dia mengharapkan "dapat membantu penyediaan benih melalui penangkar-penangkar lokal dan introduksi sistem pertanian larikan jarwo super (largo super)".  tukas Bupati

    Dilain pihak optimalisasikan lahan kering dan tadah hujan yang pada gilirannya akan meningkatkan luas tambah tanam (LTT) padi, jagung, kedelai dan komoditas strategis kementan lainnya. Pungkas Bupati 

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad