• Berita Terbaru

    Penambang Langgar Perjanjian, Masyarakat Sungai Bila Tutup Jalan

    MEDIANUGRAH.COM, Sidrap - Konflik masyarakat dengan penambang di Sungai Bila ditenggarai Aktivitas menambang yang sebabkan rusaknya lingkungan di sungai, padahal Sungai Bila tersebut  merupakan sumber air  warga untuk bertani.

    Pada tanggal 13 September 2018 lalu dilakukan pemantauan kembali Sungai Bila namun masih ditemukan aktivitas penambangan secara liar.

    Padahal sebelumnya pada tnggal 5-September-2018, sudah di sepakati antara pnambang yang memiliki izin maupun tidak memiliki izin dengan Kapolres Sidrap,

     tapi Mirisnya Kata Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila ( AMPSB ) Andi Tenri Sangka SE bahwa" Sudah Ada Perjanjian antara Penambang yang berada di Bawah Bendungan Sungai Bila dengan Polres Sidrap, Tapi sampai Hari Ini mereka tetap saja melanggar Perjanjian tersebut, dengan cara melakukan Penambangan secara Liar karena tidak sesuai dengan Dokumen Izin yang mereka Miliki."

    Ada Aroma Kuat Dugaan Para Penambang yang mengKlaim memiliki Izin, Merasa Kebal Hukum, sebab di dalam Perjanjian tersebut sudah sangat Jelas Terang Benderang di Jelaskan dan mereka telah Menanda Tangani Pernyataan tersebut. Yaitu :

    - Pernyataan yang memiliki izin IUP -

    a. Bahwa saya bersedia dan sanggup melakukan pertambangan dengan lokasi yang terdapat dalam surat izin IUP.

    b. Bahwa saya tidak akan melakukan pertambangan diluar lokasi sesuai dengan surat izin
    c. Apabila dikemudian hari ditemukan oleh pihak berwenang saya melakukan pertambangan di luar ijin IUP yang saya miliki saya bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku.

    d. Bahwa saya tidak akan menganggu kegiatan masyarakat disekitar tempat pertambangan saya.

    e. Bahwa apabila dikemudian hari saya
    mengingkari pernyataan kami pada poin A s/d diatas maka kami bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku.

    Pernyataan yang tidak memiliki izin IUP

    a. Bahwa saya bersedia dan sanggup tidak akan melakukan pertambangan sampai saya memiliki izin IUP.

    b. Bahwa saya akan melakukan pertambangan apabila saya sudah memiliki izin IUP.

    c. Apabila dikemudian hari ditemukan oleh pihak berwenang melakukan Pertambangan dan saya belum memiliki izin IUP maka saya bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku.

    d. Bahwa apabila dikemudian hari saya mengikari pernyataan kami pada poin a s/c diatas maka kami bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku. 

    Menyikapi hal ini, warga kini melakukan aksi tutup jalan sebagai wujud ketidakpuasan mereka karena sampai hari ini Polres belum melakukan tindakan apapun.

    "Olehnya Kami dari AMPSB akan terus Melakukan upaya-upaya yang lain, sampai masalah ini terdengar oleh Presiden Jokowi, dan Aktivitas Penambangan Liar di bawah Bendungan Bila di Tutup dan Para Pelaku penambang Liar di Tindaki secara Hukum yang berlaku." Tambah Andi Tenri

    Andi Tenri Sangka SE. Menegaskan. "Karena Polres Belum Tindaki penambang liar, maka masyarakat tidak rela jalanannya Rusak akibat muatan Berat penambang liar, Olehnya Masyarakat tutup jalan ini sebagai bentuk penolakan nyata bagi penambang Liar."

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad