• Berita Terbaru

    Masyarakat Desa Bila Riase Tuntut Tegakan Hukum dan Tindak Keras Pelaku Perusakan Sungai Bila




    MEDIANUGRAH.COM, Sidrap - Penambangan di Desa Bila Riase, kecamatan Pitu Riase, Sidrap, sudah lama melakukan aktivitas, mulai 2008 hingga saat ini, kerusakan lingkungan di Sungai Bila semakin tinggi terjadi sejak tahun 2015 hingga 2017 dimana pada saat itu, pemilik tambang tetap melakukan penambangan tanpa memiliki dokumen perizinan.

    Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB) Sidrap menyatakan, bahwa penambangan di sepanjang Sungai Bila, desa Bila Raise, sudah merusak kebun milik masyarakat karena aktivitas penambangan tersebut tidak mengikuti prosedur, banyak lahan masyarakat terkikis, longsor serta jalan tani rusak akibat aktivitas penambangan. 
     
    "Kami datang dari Sidrap ke kota Daeng (Makassar), mencari keadilan, karena aktivitas penambangan di sana sudah memakan korban jiwa 5 orang pada tahun 2015. Masyarakat Desa Bila Riase, mengharap agar tambang tersebut di tutup kalau tidak kami sendiri yang akan tutup jalan. Tadi pagi, kami sudah melaporkan pelaku penambang di sungai Bila di kapolda Sulsel, yang di dampingi oleh WALHI Sulsel dan PBHI Sulsel " ujarnya.


    Abd. Kadir (WALHI Sulsel) mengatakan, bahwa berdasarkan catatan WALHI Sulawesi Selatan, aliran Sungai Bila mampu mengairi sawah masyarakat seluas 7.488 Ha. Selain itu, Sungai Bila merupakan sumber air bagi sekitar 16.500 warga, serta area ikan air tawar yang selalu ditangkap oleh masyarakat untuk makan sehari-hari. Saat ini, Sungai Bila telah rusak akibat aktivitas tambang. Sungai yang dulunya menjadi sumber penghidupan masyarakat telah berubah menjadi kubangan yang tidak memiliki manfaat, melainkan area yang berbahaya.  


    "Kami menduga kuat bahwa pemilik tambang tidak mematuhi sejumlah peraturan yang dibuat oleh pemerintah. Salah satu faktanya adalah, pemilik tambang tidak pernah melakukan konsultasi publik dengan masyarakat terkait dokumen lingkungan yang mereka miliki. Hal ini menjadi penyebab utama kegiatan tambang tersebut merusak lingkungan" katanya.


    "Kami juga berharap kepada Kapolda Sulsel agar Melakukan penegakan hukum lingkungan atas pengerusakan lingkungan di Sungai Bila, Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap. Melakukan penindakan terhadap 7 pemilik tambang yang telah menambang dan melakukan pengerusakan lingkungan serta merusak lahan perkebunan masyarakat di Sungai Bila. Menjerat pidana para pemilik tambang atas perbuatannya merusak lingkungan, sesuai ketentuan perundang-undangan " Abd. Kadir menambahkan.


    Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHHI) Sulawesi Selatan, Jon mengatakan bahwa dia akan mendampingi masyarakat Bila Raise sampai ke jalur hukum. Persoalan ini bukan hanya masyarakat  menjadi korba tapi juga lingkungan rusak sebab ini sudah melanggar.





    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad