• Berita Terbaru

    BPTP Bengkulu Demonstrasikan Penerapan Detektor Penyakit Jeruk

    Peserta Pelatihan 
    Bengkulu -  Puluhan peserta mengikuti kegiatan pelatihan  Penerapan Kit Deteksi Cepat CVPD untuk mendeteksi kesehatan benih di kawasan pengembangan jeruk.Selasa, 18/09/2018)

    Acara yang dibuka oleh Kepala BPTP Balitbangtan Bengkulu Dr. Ir. Darkam Musaddad, M.Si ini sebagai tindak lanjut kegiatan bimbingan Teknis Perbenihan Jeruk yang telah dilaksanakan pada tanggal 10 s.d. 12 Juli 2018. 

    Kegiatan diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari peneliti penyuluh litkayasa dan teknisi BPTP Balitbangtan Bengkulu, dosen Jurusan Perlindungan Tanaman Universitas Bengkulu, fungsional POPT UPTD Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikuktura dan Perkebunan serta petugas pengawas benih dari UPTD Pengawasan pengujian dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu.


    Kepala BPTP Bengkulu Dr. Darkam Musaddad menjelaskan, kegiatan ini rangkaian sosialisasi dan penerapan  Kit Deteksi Cepat Penyakit CVPD tanaman jeruk oleh BPTP Balitbangtan Bengkulu. 

    dalam pelatihan ini dilaksanakan  demonstrasi cara deteksi penyakit CVPD pada tanaman jeruk yang ada di sekitar lingkungan kantor BPTP Bengkulu. 

    Peserta dibimbing langsung oleh teknisi dari Balitjestro untuk mengambil sampel daun tunas yang masih aktif fase pertumbuhannya dan selanjutnya dianalisis menggunakan Kit dePAT-CVPD


    Kepala BPTP mengungkapkan, dePAT-CVPD merupakan kit deteksi cepat penyakit CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) atau HLB (Huanglongbing) tanaman jeruk merupakan salah satu  teknologi inovatif hasil penelitian peneliti Balitjastro.


    Darkam menyebutkan, teknologi ini sendiri ditemukan oleh peneliti Ir. Nurhadi, M.Sc dan Yunimar, S.Si, M.Si,  dikembangkan sebagai solusi alternatif untuk memudahkan, mempercepat dan menyederhanakan prosedur dalam sistem deteksi penyakit CVPD di lapang, sehingga hasilnya dapat segera dideteksi. sebut Dr. darkam 

    dia menambahkan, CVPD disebabkan oleh bakteri gram negatif kelompok alpha sub divisi proteobacteria.  CVPD dapat ditularkan melalui mata tempel yang berasal dari tanaman yang sakit dan serangga penular. ujar Kepala BPTP Bengkulu

    Keunggulan dePAT-CVPD antara lain, (1) Cepat; proses deteksi berlangsung (60-70 menit) sejak persiapan sampel sampai interprestasi hasil, (2) Spesifik; hanya mendeteksi sekuen DNA target (CVPD), (3) Sensitif; mampu mendeteksi sampai DNA target (CVPD) sampai level 10 picogram, (4) Mudah; protokolnya sederhana dan aplikasinya tidak memerlukan keahlian khusus, dan (5) Murah; tidak memerlukan fasilitas laboratorium khusus dan peralatan canggih dan mahal.

    Kepala BPTP Dr. darkam melanjutkan, melalui  sosialisasi ini, peserta mendapatkan pelatihan menggunakan KIT Deteksi Cepat CVPD berbasis Molekuler untuk mendekteksi Status Kesehatan Benih dan Tanaman Jeruk,  


    harapannya, peserta  lebih memahami penggunaan Kit deteksi tersebut, untuk mendukung percepatan pengembangan Komoditas jeruk, pungkas Dr. Darkam


    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad