• Berita Terbaru

    Begini Cara Kementan Manjakan Petani dan Konsumen di Bengkulu

    Transaksi Penjualan Beras TTI Di Bengkulu Capai Rp 2,4 Miliar
    Launching TTIC di Bengkulu
    Bengkulu -  Launching TTIC di Provinsi Bengkulu di antaranya Bupati Rejang Lebong, Kepala BPS Bengkulu, Kepala Divre Bulog Bengkulu, Forkompinda Bengkulu, Perwakilan dari Kapolda Bengkulu, Rektor Perguruan Tinggi di Bengkulu, Kepala SKPD terkait, dan Gapoktan.

    Dalam rangka memberikan kepastian jaminan pemasaran dan perlindungan bagi petani serta mempermudah aksesbilitas masyarakat memperoleh bahan pangan, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu memperluas jejaring Toko Tani Indonesia (TTI) dengan mendirikan TTI Center (TTIC) di Kota Bengkulu.

    “Dengan berdirinya TTIC di Bengkulu diharapkan dapat memudahkan konsumen menjangkau komoditas pangan yang langsung berasal dari Gapoktan atau Lembaga Usaha Pangan Masyarakat, sekaligus memberikan kesempatan supplier pangan, dalam memasarkan langsung komoditasnya,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, di sela-sela Launching TTIC Provinsi Bengkulu, Jumat (7/9).

    Selain itu, Rohidin juga menyampaikan bahwa keberadaan TTIC ini dapat memangkas mata rantai distribusi penjualan hasil pertanian yang panjang selama ini. Sebab langkah ini telah mendekatkan petani dengan konsumen, sehingga petani selaku produsen memperoleh harga yang layak di sisi lain konsumen memperoleh harga yang terjangkau.

    “Saya minta keberadaan TTIC Bengkulu ini agar dapat dikelola dengan baik dan terus dikembangkan. Sehingga benar-benar bisa menjadi percontohan bagi kabupaten/kota di Bengkulu dan daerah lainnya,” harapnya.

    Sementara itu, Kepala Sub Bidang Jaringan Distribusi Pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Yudhi Harsatriadi yang dalam kesempatan tersebut mewakili Kepala BKP yang berhalangan hadir, memberikan apresiasi atas keberadaan TTIC Bengkulu ini. Sebab, transaksi penjualan beras TTI di Bengkulu telah mencapai Rp 2,4 miliar.

    Berbagai inovasi TTI terus dikembangkan dalam rangka stabilisasi harga pangan dan kemudahan masyarakat memperoleh pangan, salah satunya dalam menjawab tantangan di era digitalisasi adalah mengembangkan perdagangan online melalui  e-commerce TTI.

    “Meski baru awal tahun 2018 dikembangkan namun sampai dengan akhir Agustus 2018 telah mencapai Rp 5,5 miliar, dengan melibatkan 223 Gapoktan dan 1.074 TTI. Hal ini patut diapresiasi mengingat antusias dari keteribatan Gapoktan dan TTI dalam perdagangan secara online begitu pesat,” Pungkas Yudhi.

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad