• Berita Terbaru

    Aroma Kuat Dugaan Suap kepada Polres Sidrap.

    MEDIANUGRAH.COM, Sidrap - Dikarenakan sampai berita ini diturunkan belum ada sama sekali tindakan tegas dari Polres Sidrap terhadap penegakan kesepakatn para penambang yang ditenggarai merusak sungai Bila di Sidrap, kini Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB) menuding ada dugaan suap terhadap Polres Sidrap.

    " Sudah Ada Perjanjian antara Penambang yang berada di sepanjang Sungai Bila dengan Polres Sidrap, Tapi sampai Hari Ini mereka tetap saja melanggar Perjanjian tersebut, dengan cara melakukan Penambangan secara Liar karena tidak sesuai dengan Dokumen Izin yang mereka Miliki dan Perjanjian yang ada." kata Andri Tenri Sangka, SE Ketua AMPSB

    "Ada Aroma Kuat Dugaan Para Penambang Telah memberi suap Kepada Polres Sidrap, sebab di dalam Perjanjian tersebut sudah sangat Jelas Terang Benderang di Jelaskan dan mereka telah Menanda Tangani Pernyataan tersebut Tapi Mereka (Penambang Liar) juga belum di Hentikan dan di Proses Hukum sebagaimana mestinya." Lanjut Andri.


    "Perjanjian tersebut sudah 17 hari berlalu sejak tanggal 5 September 2018, tapi faktanya hari ini mereka tetap menambang, dan bahkan jalan PNPM juga di jadikan lokasi penambangan, ini yang kita maksud sudah keterlaluan." Tambah Andi Tenri.

    Perjanjian tersebut diantaranya adalah :


    - Pernyataan yang memiliki izin IUP -

    a. Bahwa saya bersedia dan sanggup melakukan pertambangan dengan lokasi yang terdapat dalam surat izin IUP.

    b. Bahwa saya tidak akan melakukan pertambangan diluar lokasi sesuai dengan suray ijin IUP

    c. Apabila dikemudian hari ditemukan oleh pihak berwenang saya melakukan pertambangan di luar ijin IUP yang saya miliki saya bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku.

    d. Bahwa saya tidak akan menganggu kegiatan masyarakat disekitar tempat pertambangan saya.

    e. Bahwa apabila dikemudian hari saya
    mengingkari pernyataan kami pada poin A s/d diatas maka kami bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku.

    Pernyataan yang tidak memiliki izin IUP

    a. Bahwa saya bersedia dan sanggup tidak akan melakukan pertambangan sampai saya memiliki izin IUP.

    b. Bahwa saya akan melakukan pertambangan apabila saya sudah memiliki izin IUP.

    c. Apabila dikemudian hari ditemukan oleh pihak berwenang melakukan Pertambangan dan saya belum memiliki izin IUP maka saya bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku.

    d. Bahwa apabila dikemudian hari saya mengikari pernyataan kami pada poin a s/c diatas maka kami bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku.


    Andi Tenri Sangka SE. Menegaskan.
    "Bahwa Polres Sidrap seakan main mata, dengan Para pemilik Tambang yang merusak lingkungan dan Menciderai Masyarakat yang memiliki lahan perkebunan di sekitar lingkungan yang mereka Rusak ." Tutupnya.

    Sekedar di Ketahui, Bahwa Dari Hasil Investigasi yang di Lakukan Oleh Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila, pada Tanggal 22 September 2018, mereka menemukan Fakta yang mengejutkan, Yaitu Para Penambang di Bawah Bendungan malah Menjadikan Jalan PNPM sebagai Lahan Tambang dan Bukan di Tengah Sungai.

    Cek selengkapnya :
     
    https://youtu.be/-5dsSDXEZ9o



    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad