• Berita Terbaru

    Peran Penting BPTP Balitbangtan Jateng Pada kekayaan SDG Unggul Lokal

    MEDIANUGRAH.COM, JAKARTA -  Festival Domba Batur Dieng 2018. Even tahunan ini, diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Banjarnegara pada akhir Juli 2018. Festival ini dihadiri oleh Bupati Bajarnegara, Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian dan beberapa perguruan tinggi seperti IPB, Unsoed, Undip dan UGM. Kegiatan ini diinisiasi oleh BPTP Jawa Tengah, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kegiatan ini termasuk dalam kegiatan Penyelamatan Populasi Domba Batur. Populasi domba Batur saat ini hanya tinggal 7000 ekor.

    Inovasi teknologi yang dilakukan oleh BPTP Jawa Tengah adalah inseminasi buatan (IB) untuk domba. Peran penting BPTP Jateng ini dilakukan demi eksistensi dan kelestarian domba unggul lokal Jawa Tengah dan mendukung program Kementerian Pertanian. Inisiasi domba Batur dilakukan pula dalam Festival Budaya Dieng, bertujuan untuk menggairahkan minat para peternak dalam membudidayakan domba jenis ini. Kekhasan domba Batur terletak pada bulunya yang tebal dari kepala hingga kaki. 

    Domba Batur yang cocok hidup di daerah dingin ini, dapat mencapai berat lebih dibanding jenis domba lain. Beratnya dapat mencapai 1 kuintal. Walaupun memiliki postur tubuh lebih pendek, namun lebih berbobot. Itulah beberapa keunggulan domba Batur. Kementerian Pertanian juga telah menetapkan domba Batur sebagai domba rumpun lokal pada 2011 lalu. Dan demi memacu populasi ternak domba dengan target ekspor ke Malaysia, Dirjen Peternakan siap mendukung bersama Dinas Peternakan dengan membangun UPTD khusus domba Batur. UPTD yang dilengkapi dengan lahan tanaman rumput unggul dan prasarana pasar hewan.

    Beralih ke daerah lain di Jateng, peran BPTP Balitbangtan Jateng pada sumberdaya genetik unggul lokal terus dilakukan. Tepatnya di Kabupaten Tegal, BPTP Balitbangtan Jawa Tengah bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Tegal melaksanakan karakterisasi beberapa tanaman lokal. BPTP Balitbangtan Jateng pada beberapa waktu yang lalu juga telah melaksanakan bimbingan teknis karakterisasi tanaman dan proses sertifikasi SDG lokal di Kab. Tegal. Karakterisasi tanaman lokal tersebut diantaranya alpukat Bojong, padi Pusaka Bumijawa, manggis Gantungan dan nangka Jatinegara. Hasil karakterisasi disusun dalam form pendaftaran varietas lokal untuk mendapatkan sertifikat status kepemilikan ke Pusat PVTPP. Kerjasama ini akan terus dilanjutkan hingga 2019 agar varietas lokal asli Kab. Tegal terdaftar status kepemilikannya. Kepala Dinas Pertanian KP Kab. Tegal Ir. Kofifah sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kerjasama BPTP Balitbagtan Jateng. Beliau berharap, kedepan ada tindak lanjut pada pemurnian varietas lokal unggulan yang mempunyai daya saing. Juga, pembentukan kelompok tani penangkar, dan pengembangan bibit skala komersial untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kab. Tegal.


    Sumberdaya genetik unggul lokal Jateng sungguh banyak dan potensial. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dan mengarahkannya untuk menjadi sumber kekayaan nasional yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Jayalah sumberdaya genetik lokal, jayalah pertanian Indonesia. (hutr)

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad