• Berita Terbaru

    Penambangan Liar tetap Jalan, Masyarakat Desak Kapolres Sidrap



    MEDIANUGRAH.COM, Sidrap - Tambang liar di sungai Bila masih terus berlanjut, hingga saat berita ini di turunkan, Dinas Pertambangan Provinsi belum turun ke lokasi untuk menentukan lokasi letak yang seharusnya di tempati menambang. Andi Tenri Sangka SE Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB)  mengatakan " APTASI melanggar perjanjian kemarin, karena pihak Dinas ESDM Provinsi Sul Sel sampai saat ini belum turun untuk menunjukkan lokasi mana yang seharusnya di pakai untuk menambang, tapi sampai hari ini tetap melakukan penambangan"

    Lanjut Ali Hedar , Sekretaris AMPSB  "bahwa olehnya kami mendesak kapolres Sidrap dan beserta stake holder terkait, untuk turun Langsung melakukan OTT terhadap seluruh anggota APTASI yang melakukan penambangan secara liar."

    Sebelumnya seperti diketahui dari hasil investigasi Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila, ternyata banyak menemukan pelanggaran berupa perusakan lingkungan bahkan sampai menghilangkan tanah warga di sekitar sungai akibat pemilik tambang melakukan "Ilegal Mining" atau "penambangan Liar".

    kondisi terkini  sungai Bila https://youtu.be/CyIG92D2qaw

    Inilah yang menjadi keresahan masyarakat Bila selama ini, kata Andi Tenri Sangka SE sebagai pelopor sekaligus ketua Aliansi bahwa " Penambangan Liar ini sudah menelan korban jiwa, Karena sudah beberapa korban meninggal di areal bekas galian tambang secara massif dan tak beraturan tersebut, sehingga membahayakan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar areal penambangan liar tersebut."

    Lanjut Ali Hedar sebagai sekretaris aliansi mengakatan : " pemilik tambang harus berhenti dari Aktivitasnya, dan seluruh stake holder yang ada, harus mengambil sikap yang tegas dan tak boleh lagi ada toleransi, karena warisan untuk anak dan cucu kita kelak, lebih berharga di banding kerakusan penambangan liar saat ini." tutupnya.

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad