• Berita Terbaru

    Konflik Kerusakan Lingkungan Sungai Bila Akhirnya Hasilkan Kesepakatan





    MEDIANUGRAH.COM, Sidrap -  Setelah sempat terjadi konflik berupa intimidasi oleh pemilik tambang yang bernaung dalam Asosiasi Pengusaha Tambang Sidrap ( APTASI ) pada saat investigasi perusakan lingkungan Sungai Bila oleh Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB ) yang di ketuai oleh Andi Tenri Sangka SE, beserta Kepala Desa, BPD, BABINKHANTIBMAS dan Tokoh Masyarakat akhirnya menghasilkan beberapa kesepakatan.



    Sungai bila adalah milik “Balai Besar Sungai Pompengan Jene Berang”, yang berfungsi sebagai irigasi untuk mengairi lahan pertanian masyarakat Sidrap, di ketahui juga bahwa hampir 95% masyarakat Sidrap sangat bergantung pada aliran Sungai Bila, karena rata-rata masyarakat Sidrap berprofesi sebagai petani. Oleh karena itu,kata Andi Kengkeng ” jika ini dibiarkan oleh pemerintah akan berdampak buruk bagi pemukiman warga yang berada di sekitar areal pertambangan Liar dan sudah merusak resapan air sehingga warga banyak mengeluh soal banyaknya sumur yang Kering.”

    Andi Tenri Sangka SE. Alias andi Kengkeng, Mengatakan ” sempat merasa ter-intimidasi dengan pemilik tambang karena mereka datang membawa golok”.
    Andi Kengkeng melanjutkan bahwa ” jikalau insiden ini terus di biarkan, yang terkesan ada pembiaran dari para aparat dan stakeholder yg terkait, bisa memicu konflik horisontal antara masyarakat yang terkena dampak atas aktivitas Penambang Liar Tersebut.”
    Tambah Ali Hedar Sebagai Sekertaris Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila ( AMPSB ) ” bahwa segala aktivitas yang telah di lakukan Oleh APTASI ternyata sudah berani merusak fasilitas fublik/milik Pemerintah, termasuk bendungan bila, Jalan Tani PNPM MANDIRI, lahan perkebunan warga.”
    Setelah Investigasi itu berlangsung, diadakanlah rapat pada Pukul 20.00,  26-Agustus 2018 di Kantor Desa Bila Riase. Turut hadir unsur pemerintah desa, Ketua BPD dan anggota, Ketua LKMD dan anggota, Kepala Dusun Se-Bila Riase, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda dan masyarakat, yang menghasilkan kesepakatan dan keseragaman pendapat tentang aktivitas tambang Tersebut, Yaitu :
    1. Hentikan total semua aktivitas tambang liar di bawah bendungan Sungai Bila.
    2. Reklamasi dan perbaikan fasilitas umum berupa Jalan Tani PNPM Mandiri.
    3. Ganti rugi semua lahan masyarakat yang rusak akibat aktivitas tambang Liar.
    4. Proses secara hukum para pelaku aktivitas tambang liar 

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad