• Berita Terbaru

    Kabadan BPSDMP Kerahkan Penyuluh Sukseskan LTT di Sul-Sel

    MEDIANUGRAH.COM  Makassar - Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan sumber daya manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Momon Rusmono mengumpulkan semua penyuluh pertanian se Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam berangka Sinkronisasi dan Sosialisasi Kebijakan Penyuluhan Pertanian tahun 2018 dan Rencana Kegiatan tahun 2019.


    Kepala BPPSDMP Kementan Momon Rusmono saat membuka acara SosialisaSI Kebijakan Penyuluh Pertanian di Hotel Karebosi Kota Makassar, Sabtu (7/7/2018) mengatakan, agar para Penyuluh Pertanian yang merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di tingkat pedesaan all out terutama fokus pada percepatan luas tambah tanam (LTT) dan mendorong petani memanfaatkan alat dan mesin pertanian di lahan usahanya secara efektif.

    "Acara Sinkronisasi dan Sosialisasi Kebijakan Penyuluhan Pertanian tahun 2018 dan Rencana Kegiatan tahun 2019 juga dihadiri oleh kurang lebih 200 orang Koordinator BPP dari Kab. Bulukumba, Kab. Selayar, Kab. Bantaeng, Kab. Jeneponto, Kab. Bone, Kab. Sinjai, Kab. Palopo, Kab, Luwu, Kab. Luwu Utara dan Kab. Luwu Timur serta para pejabat Provinsi dan Dinas terkait se Kota Makassar Sulsel.

    Kepala BPPSDMP Kementan Momon Rusmono juga mengatakan, Penggerakan PPL ini kita lakukan untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional dan kesejahteraan petani sebagai visi dan misi Kementerian Pertanian,” kata Momon Rusmono.   

    Momon Rusmono juga mengungkapkan, kesejahteraan petani bisa terwujud jika penyuluh pertanian  bekerja secara serius dan memiliki semangat yang tinggi serta rencana kerja yang jelas, sebagaimana tertuang dalam sembilan indikator kinerja penyuluh pertanian antara lain melakukan identifikasi potensi wilayah, menyusun programa penyuluhan desa, menyusun rencana kerja tahunan.

    Ia juga menjelaskan, Percepatan LTT dan pemanfaatan alat dan mesin pertanian merupakan program strategis kementerian pertanian karena program ini mampu meningkatkan produktifitas dan produksi di tingkat lapangan, akibatnya Indonesia bisa melakukan ekspor.

    Lebih jauh Momon Rusmono mengatakan, peningkatan produksi ini dapat dicapai lanjutnya karena sebagian besar petani sudah memanfaatkan Alat dan mesin pertanian secara baik.  Dalam tahun tahun mendatang Momon Rusmono yakin  modernisasi pertanian akan digunakan secara menyeluruh oleh petani di tingkat lapangan sebab modernisasi pertanian jauh lebih efektif, efisien, berkualitas yang harganya menguntungkan petani

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad