• Berita Terbaru

    Mentan : Digitalisasi Percepat Kesejahteraan Petani

    MEDIANUGRAH.COM JAKARTA - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan, dengan digitalisasi sektor pertanian akan mendorong pendapatan petani lebih tinggi.

    Hal ini menyusul, diresmikannya program kewirausahaan dan digitalisasi sistem pertanian oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam Mitra BUMDes Bersama (MBB) Sliyeg di Indramayu, Jawa Barat.


    "Ini sangat bagus karena pendapatan petani meningkat, karena menjual berasnya premium," ujarnya saat mendampingi Presiden Jokowi dalam acara peresmian program pertanian di Indramayu, Jawa Barat, Kamis (7/6/2018).

    Dia menjelaskan, dengan program ini maka petani dapat mendorong daya jual produksinya. Hal ini dengan menambah pengolahan pasca panen, bukan lagi menjual gabah tapi menjual beras yang sudah dalam kemasan.

    Petani Manfaatkan Lahan Terasering guna Menahan Terjadinya Longsor

    "Harganya Rp40.500 kalau jual gabah saja. Tapi kalau menjualnya sudah di-packaging (menjadi beras yang dalam kemasan) bakal bisa lebih harganya, jadi Rp50.000 dijualnya. Jadi pendapatan petani meningkat," jelasnya.

    Dia pun menekankan, melalui program tersebut pendapatan petani bisa meningkat 10%. "Pendapatannya bisa naik 10%," sebutnya.

    Kementerian Pertanian sendiri, lanjut Amran, mendukung kewirausahaan pertanian dengan memberikan bantuan alat tani seperti mesin pengering (dryer) secara gratis kepada petani.

    "Ini kan sudah ada alat mesin pertanian jadi bisa lebih cepat menjual berasnya," pungkasnya.

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad