• Berita Terbaru

    Satuan Gultor 81 Siap Beraksi Tuntaskan Jaringan Teroris Indonesia

    Medianugrah.comJakarta - Detasemen Khusus Anti teror 88 (Densus 88) akan segera mendapat bantuan dari satuan Gultor milik Kopasus (penanggulangan teror atau Sat-81 Kopassus). kolaborasi ini diminta langsung oleh Presiden Joko Widodo kepada kepolisian dan TNI untuk melakukan kolaborasi dalam upaya mengatasi tindakan terorisme, setelah adanya rangkaian teror bom berkelanjutan di Surabaya, Jawa Timur.
    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, satuan TNI yang akan berkolaborasi dengan kepolisian untuk menanggulangi terorisme akan tergantung dari kebutuhan Polri. "Bisa nanti pengerahan Badan Intelijen Strategis (BAIS TNI) untuk membantu intelijen kepolisian, bahkan secara represif bisa menggunakan satuan gultor (penanggulangan teror atau Sat-81 Kopassus) yang telah disiapkan," ujar Moeldoko seperti yang dilansir Tempo.co 14 Mei 2018.
    Kolaborasi tersebut bertujuan untuk menambah kekuatan Polri dalam langkah-langkah represif untuk membasmi terorisme, khususnya sel teroris yang tidur dan mulai bangkit. "Dalam konteks ini ada sebuah pertimbangan yang akan dipikirkan oleh kepolisian dengan TNI bersama-sama bagaimana menyelesaikan sel-sel itu, agar mereka (sel teroris) jangan sampai terjadi (aksi teror) baru kita (aparat) bertindak," tambahnya.
    Dalam kolaborasi yang akan dibentuk Polri dan TNI dipastikan tidak akan terjadi tumpang tindih kewenangan dalam menangani masalah terorisme. Sebab, polisi tetap berada di garda terdepan, namun kekuatannya bertambah dengan hadirnya TNI untuk menyelesaikan persoalan terorisme.
    Setidaknya sudah terjadi lima ledakan pada rentan waktu yang berbeda di Surabaya, diantaranya tiga ledakan terjadi diminggu pagi bertempat di tiga gereja yang berbeda. Pada malam hari, bom bunuh diri terjadi di Rumah Susun Wonocolo, Sidoarjo. Dan pagi ini  serangan bom kembali terjadi di Polresta Surabaya. 

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad