• Berita Terbaru

    Perintah Presiden : Bekerja Cepat Sejahterahkan Rakyat

    MEDIANUGRAH.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman manfaatkan Bulan Ramadan dengan terus gelorakan Program Berantas Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) untuk dongkrak pendapatan masyarakat miskin. Selain itu. Mentan  juga bekerja keras genjot komoditas Pertanian bernilai ekspor.

    Menteri Amran sejak Senin (21/5) pekan lalu hingga Jumat (25/5), habiskan banyak waktu di Jawa Timur dalam rangka Program "Bekerja" sekaligus menyerahkan langsung bantuan dari program tersebut. Khusus di Jawa Timur, terdapat tiga kabupaten yang menjadi lokasi target Program Bekerja yaitu Kab. Bondowoso, Kab. Jember dan Kab. Lumajang.

    Total sasaran penerima Target lokasi "Bekerja" akan menjangkau 48.885 Rumah Tangga Miskin (RTM) di 91 Desa di tiga kabupaten tersebut. Dengan rincian 12.915 RTM di Bondowoso, 21.941 RTM di Jember, dan selebihnya di Lumajang.

    Menteri Amran menegaskan Program Bekerja merupakan pengejewantahan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo agar program kementerian harus fokus pada upaya peningkatan pendapatan dan daya beli mayoritas RTM yang bekerja di sektor Pertanian maupun informal di pedesaan.

    "Kami hadir disini, atas perintah Bapak Presiden untuk hadir tengah-tengah masyarakat miskin. Kami keliling cek langsung dan beri bantuan kepada keluarga prasejahtera. Itu (bantuan Program Bekerja) kiriman dari Presiden kita. Perintah beliau perhatikan masyarakat miskin," kata Menteri Amran.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya menyatakan bahwa data total penduduk miskin Indonesia di desa tahun 2017 mencapai 1631 juta orang. Angka ini turun dibanding tahun sebelumnya 17,10 juta orang. Penurunan angka kemiskinan tersebut dipengaruhi kemajuan pembangunan Pertanian yang mampu menyediakan pendapatan untuk petani dan bahan pangan untuk masyarakat dengan harga stabil.

    Program "Bekerja" ini merupakan upaya Kementan untuk mengentaskan kemiskinan di tanah air berbasis Pertanian dengan tiga tahapan, jangka pendek, menengah,dan panjang Di tahun ini, Kementan menargetkan program "Bekerja dapat dilaksanakan di 10 provinsi, 1000 desa dengan menyasar 200.000 RTM.

    Adapun yang disasar dalam Program ini khusus RTM dengan penghasilan di bawah Rp 1,4 juta. Kepada setiap keluarga miskin diberikan bantuan hewan ternak berupa 50 ekor ayam dan I ekor kambing, lengkap pakan dan kandangnya. Dia pun optimis bantuan ini akan mendongkrak pendapatan masyarakat miskin. Sebab dengan bantuan seperti ayam saja bisa bertelur di usia enam bulan dan berproduksi sepanjang hari hingga tiga tahun.

    "Ini (ayam) bisa melepaskan kemiskinan. Kenapa? Kalau harganya (per telur) Rp 1.000 sampai Rp 1.500, kita bisa dapat Rp 50 ribu sampai Rp 75 ribu. Kalau sebulan, berarti Rp 2,2 juta. Kalau Rp 2 juta ditambah Rp 1,4 juta, bisa jadi Rp 3,4 juta pendapatannya. Kalau bertelur dan jadi ayam lagi, bisa lebih besar pendapatannya,"katanya.

    Selain ayam, tiap RTM juga menerima bantuan bibit tanaman perkebunan seperti kopi, durian. Penerima juga menerima bantuan benih sayur-sayuran. Khusus Bondowoso dan Jember, jenis bantuan yang diberikan hanya berupa satu komoditas yakni kopi lantaran secara budaya dan iklim sangat cocok.

    "Berantas kemiskinan ini sangat sederhana minusnya. Pertama, bekerja. Kedua, bekerja. Ketiga bekerja. Kemudian berdoa. Pasti berhasil," tambah dia.

    Dalam lawatannya ke Jawa Timur, Amran juga menyempatkan diri memberikan kuliah umum di Universitas Jember dan Universitas Brawijaya Malang. Di kedua universitas ini. Amran mengajak para civitas akademika untuk tidak ragu-ragu terjun ke sektor Pertanian sebab sektor ini di era Jokowi-JK sangat menjanjikan.

    Amran juga berharap ada kerja sama permanen antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Kementan) di daerah dengan universitas agar penelitian benar-benar aplikatif dan bermanfaat untuk pembangunan bidang Pertanian Indonesia. Keinginan Amran ini merujuk cukup banyaknya penelitian-penelitian di universitas yang bernilai jual tinggi namun kurang diterapkan di sektor pertanian.

    Dorong Ekspor Pertanian 

    Selain "Bekerja" dongkrak pendapatan masyarakat miskin. Menteri Amran juga tengah berupaya mendorong ekspor berbagai komoditas pertanian. Salah satu komoditas bernilai ekspor adalah kedelai jenis Edamaine yang ternyata di berbagai negara tetangga bernilai ekspor tinggi.

    "Ini yang harus kita dorong. Pesan Pak Presiden, yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi ada dua. Yang pertama ekspor, yang ke dua investasi," ujar Amran saat melepas ekspor produk unggulan Edamame ke pasar Jepang sebesar 23.000 kilogram di halaman kantor PT Mitratani 27, di Jember, pekan lalu.

    Adapun Total 9 ribu ton Edamame asal Jember ditargetkan akan hadir di pasar-pasar mancanegara tahun ini. Amran tegaskan ekspor produk-produk Pertanian ini untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. "Kita ekspor ke 12 negara. Jepang, Amerika Serikat, Australia, Malaysia, serta beberapa negara di Eropa, Timur Tengah dan seterusnya," kata Amran.

    Trend ekspor produk Pertanian memang sedang naik di empat tahun pemerintahan Jokowi-JK. Beberapa produk yang sedang digencarkan antara lain adalah jagung dan ayam olahan. Di tahun 2017 saja, nilai ekspor di sektor Pertanian mencapai Rp 440 triliun. Meningkat 24 persen dari tahun sebelumnya.

    Selain Edamame, Amran juga tengah mendorong ekspor buah lokal ke mancanegara. Salah satunya Jeruk Malang. "Oh itu bukan potensi. Tapi kita kalahkan. Potensi itu masih. Oh iya kita nanti bagaimana kedepan mengekspor. Ini potensi kita luar biasa, lihat iklimnya, segar seperti ini. Ini cocok untuk jeruk," kata Amran saat meninjau Balai Tanaman Jeruk dan Buah Subtropik (Balitjestro) di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Batu, Jawa Timur. Jumat (25/3).

    "Ini kami harapkan dikembangkan. Kemudian yang terpenting teknologi dan budidaya yang terbaru sudah ditemukan. Ada jeruk yang bisa berbuah tiap hari (bujangseta). Ini kami minta didistribusi kurang lebih jeruk 1 juta batang itu gratis untuk masyarakat," sambungnya.

    Ke depannya, kualitas jeruk ini Malang nantinya akan menjadi kualitas terbaik di Indonesia. "Ini perintah bapak Presiden. Nanti kualitas jeruk di Jawa Timur khususnya di Batu, Malang ini adalah terbaik di Indonesia. Karena risetnya dekat dari kota Malang."

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad