• Berita Terbaru

    Begini Cara Kementan Wujudkan Swasembada Bawang Putih

    MEDIANUGRAH.COM Semarang - pemerintah mencanangkan pembangunan sentra-sentra produksi baru di luar Pulau Jawa. Tujuannya, terwujudnya target swasembada pada 2021.
    Kementerian Pertanian (Kementan) siap membangun infrastruktur daerah dalam rangka memudahkan akses dan sarana lokasi pertanaman bawang putih. Sebab, komoditas itu cuma bisa ditanam di dataran tinggi.

    "Kami akan bantu infrastruktur, karena lokasi di atas 800 mdpl (meter di atas permukaan laut), butuh sarana jalan," ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, di sela-sela "Rapat Koordinasi Pengembangan Bawang Putih" di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (4/5/2018).

    "Banyuwangi tolong usulkan kebutuhannya," pinta Suwandi pada kegiatan yang diikuti 51 importir dan dinas terkait dari berbagai daerah. Banyuwangi, Jawa Timur, merupakan sentra produksi benih bawang putih dengan luas lahan sekitar 200 hektare.
    Dia mencontohkan dengan Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk memudahkan budi daya pada sentra produksi bawang putih terluas di Indonesia tersebut, Kementan membangun embung.




    "Luar Jawa nanti (pengembangan menggunakan) dari APBN. Gorontalo, Sulsel, dan seterusnya," terang mantan Plt Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan ini.


    Di sisi lain, Suwandi mengapresiasi 13 perusahaan yang memenuhi kewajiban tanam bawang putih lima persen, sesuai amanat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (Permentan RIPH). Semuanya menjalankan amanat RIPH pada 2017-2018.
    "Di luar (kewajiban tanam) itu, kalau mau investasi, kami dampingi, kami kawal. Mau bisnis hortikultura, cari lahan kami kawal. Kami siapkan 'karpet merah' supaya petani sejahtera," janjinya.
    Suwandi pun meminta dinas terkait di daerah amanah dan menjaga integritasnya dalam pelaksanaan RIPH. Dia mengingatkan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersikap tegas terhadap anak buahnya yang main-main dalam menjalankan tugas.
    "Bapak Menteri sudah pecat, mutasi, demosi 1.295 (pegawai Kementan). Kemarin dua lagi kena (pencopotan), pegawai yang enggak amanah," katanya.
    Apalagi, telah dikeluarkan surat edaran Menteri Amran terkait masalah ini. Dengan demikian, ke depannya diharapkan tak terjadi lagi kasus serupa.
    "Tidak ada oknum-oknum yang bermain di situ. Kalau ada yang main-main, tolong laporkan karena sudah saya peringatkan dengan surat resmi dan sosialisasikan lewat forum," tuntas Suwandi.

    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad