• Berita Terbaru

    Papua Fokus Pengolahan Komoditi Andalan

    MEDIANUGRAH.COM, Papua- Papua punya beragam komiditi andalan umbi-umbian dan hortikultura. Komoditi ini memiliki peluang usaha yang menggiurkan jika bisa diolah menjadi sesuatu yang baru.

    Untuk mengembangkan potensi komoditas tersebut, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua bekerjasama dengan Balitbangtan melalui Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian melaksanakan bimbingan teknologi pengolahan tepung ubi jalar dan pengolahan buah jeruk serta nanas dari tanggal 24-27 April 2018 di Balai Besar Litbang Pascapanen Bogor.

    Karena itu, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua berguru kepada Balai Besar Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) agar bisa menghasilkan tepung ubi jalar dan olahan buah yang menarik.

    Bimtek ini diikuti oleh 8 orang yang merupakan staf Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua dan 2 orang staf Dinas Pertanian Kab. Jaya Wijaya.

    Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman  Pangan dan Hortikultura Prov. Papua, Salmon Telenggen, SP, MSi menyampaikan bahwa melalui ilmu yang telah didapat dari bimtek pengolahan tepung ubi jalar serta pengolahan buah jeruk dan nanas,

    Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua berencana akan memberikan pelatihan serupa ke kelompok tani yang akan menerima bantuan alat pengolahan hasil tanaman pangan dan hortikultura di Provinsi Papua. “Sehingga potensi tanaman pangan dan hortikultura dapat diolah sedemikian rupa dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Papua,” ujar Salmon.

    Berdasarkan data dari BPS Provinsi Papua, sub sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura memberikan sumbangan PDRB paling besar dibandingkan dengan sub sektor lainnya. Salah satu tanaman pangan yang menjadi sumber pangan masyarakat Papua adalah ubi jalar. Oleh masyarakat umbi-umbian ini umumnya dikonsumsi langsung, khususnya penduduk di pedalaman terutama di kawasan lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya.

    Selain ubi jalar, jeruk siam dan nanas juga menjadi komoditas andalan karena memiliki ukuran yang cukup besar dan kadar air cukup tinggi. Kabupaten Nabire menjadi sentra perkebunan jeruk siam yang digarap serius oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

     Jika dibandingkan dengan jenis jeruk siam lainnya yang juga dikembangkan di daerah lain, jeruk siam dari Kabupaten Nabire ini memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan yang dimiliki yaitu buahnya lebih besar, memiliki aroma yang khas, warna hijau kekuningan, berpenampilan menarik, dan tentunya memiliki rasa yang manis. Di kawasan Indonesia bagian Timur, jeruk nabire telah memiliki citra dan nama tersendiri.


    Setidaknya ada dua peneliti dari BB Pascapanen membimbing peserta yaitu Dr. Setyadjit yangmengolah buah nanas menjadi puree, sari buah, selai nanas, jelly dan isotonic drink. Sedangkan jeruk siam diolah menjadi jus, dan Ira Mulyawanti, STP, M.Si dan Sari Intan Kailaku, STP, M.Si yang membimbing pengolahan tepung lokal dari ubijalar menjadi tepung dari ubi jalar dan produk turunannya berupa pizza, roti, brownies dan selai.



    No comments

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad